Banjarmasin, 27 Juli 2026 — Tim peneliti Program BESTARI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) 2 dengan tema “Penyusunan Desain Model Pertanian Sirkular” di Kelurahan Sungai Jingah Tengah, Kota Banjarmasin, pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dari penelitian berjudul “FROM WASTE TO HARVEST: Model Inovasi Pertanian Sirkular Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Bantaran Sungai Kota Banjarmasin.”
Penelitian tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas dosen dari Jurusan Pendidikan Geografi, Pendidikan Biologi, dan Pertanian dengan Prof. Dr. Karunia Puji Hastuti, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim peneliti. Kolaborasi lintas disiplin ini diarahkan untuk mengembangkan model pertanian sirkular yang memadukan pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya lokal, pengembangan pertanian, serta pemberdayaan masyarakat.
Pada FGD 2, tim peneliti menghadirkan Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, MP. sebagai narasumber. Kehadiran narasumber menjadi bagian penting dalam proses penyusunan desain model, terutama dalam memberikan masukan akademik dan teknis agar model yang dikembangkan memiliki dasar yang kuat dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah bantaran sungai.
Kegiatan FGD 2 dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari proses analisis kondisi awal yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Berbagai informasi mengenai kondisi masyarakat, lingkungan, pengelolaan limbah organik, serta potensi sumber daya lokal yang diperoleh pada tahap awal menjadi bahan dalam merumuskan komponen dan mekanisme model pertanian sirkular.
Melalui forum diskusi, tim peneliti bersama narasumber membahas berbagai aspek yang diperlukan dalam penyusunan desain model. Pembahasan diarahkan pada keterkaitan antara sumber limbah organik, proses pengolahan, pemanfaatan hasil pengolahan untuk kegiatan pertanian, hingga kemungkinan pemanfaatan hasil produksi dalam mendukung kebutuhan masyarakat.
Konsep pertanian sirkular dalam penelitian ini menekankan adanya siklus pemanfaatan sumber daya sehingga limbah dari suatu proses dapat dimanfaatkan kembali sebagai input untuk proses lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi timbulan limbah sekaligus meningkatkan nilai guna sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Lokasi kegiatan di Sungai Jingah Tengah memiliki relevansi dengan fokus penelitian yang mengangkat kawasan bantaran sungai. Karakteristik lingkungan dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut menjadi pertimbangan dalam merancang model agar dapat diterapkan secara kontekstual, adaptif, dan sesuai dengan kondisi lokal.
FGD 2 juga menjadi ruang untuk mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan yang dimiliki oleh anggota tim. Perspektif Pendidikan Geografi digunakan untuk memahami karakteristik wilayah dan hubungan masyarakat dengan lingkungan, Pendidikan Biologi mendukung kajian mengenai aspek ekologis serta pemanfaatan sumber daya hayati, sementara bidang Pertanian memberikan dasar dalam pengembangan sistem budidaya dan pemanfaatan hasil pengolahan limbah dalam kegiatan pertanian.
Selain melibatkan tim peneliti dan narasumber, penyusunan desain model juga mempertimbangkan pengalaman dan kondisi masyarakat sebagai bagian dari pendekatan pemberdayaan. Pelibatan masyarakat menjadi penting agar model yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga memiliki kesesuaian dengan kebutuhan, kemampuan, dan potensi lokal.
Masukan yang diperoleh melalui FGD 2 selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan desain model pertanian sirkular sebelum memasuki tahapan penerapan atau uji coba di lapangan. Dengan demikian, setiap komponen model diharapkan dapat dirancang berdasarkan hasil kajian dan kondisi nyata wilayah penelitian.
Penelitian “FROM WASTE TO HARVEST” memiliki tujuan untuk mengembangkan model inovasi yang mampu menghubungkan pengelolaan limbah dengan kegiatan pertanian dalam suatu sistem yang berkelanjutan. Selain aspek lingkungan, model tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.
Pelaksanaan FGD 2 menunjukkan komitmen Program BESTARI dalam mengembangkan inovasi berbasis penelitian yang melibatkan kolaborasi multidisiplin dan pendekatan partisipatif. Proses penyusunan desain model dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil analisis kondisi awal serta masukan dari ahli dan pemangku kepentingan terkait.
Melalui kegiatan ini, tim peneliti berharap desain model pertanian sirkular yang dikembangkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sumber daya yang sesuai dengan kondisi bantaran sungai di Kota Banjarmasin. Model tersebut diharapkan dapat mendukung pengurangan limbah, pengembangan kegiatan pertanian, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
FGD 2 yang dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di Sungai Jingah Tengah menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan penelitian “FROM WASTE TO HARVEST”. Kegiatan ini memperkuat proses kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam merancang inovasi pertanian sirkular yang berbasis pada potensi lokal dan prinsip keberlanjutan.