Banjarmasin, 8 Juli 2026 — Tim peneliti Program BESTARI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) 1 dengan tema “Analisis Kondisi Awal” di Kelurahan Alalak Tengah, Kota Banjarmasin, pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “FROM WASTE TO HARVEST: Model Inovasi Pertanian Sirkular Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Bantaran Sungai Kota Banjarmasin.”
Penelitian tersebut dilaksanakan oleh tim peneliti yang terdiri atas dosen dari Jurusan Pendidikan Geografi, Pendidikan Biologi, dan Pertanian. Tim penelitian diketuai oleh Prof. Dr. Karunia Puji Hastuti, S.Pd., M.Pd. Kolaborasi lintas disiplin ini diarahkan untuk menghasilkan pendekatan yang mampu mengintegrasikan aspek kewilayahan, lingkungan, pertanian, dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di kawasan bantaran sungai.
FGD 1 menjadi tahapan awal penelitian untuk memperoleh pemahaman mengenai kondisi aktual masyarakat dan lingkungan di Kelurahan Alalak Tengah. Diskusi dilakukan untuk menggali berbagai informasi mengenai kondisi sosial masyarakat, pengelolaan sampah dan limbah organik, potensi sumber daya lokal, serta aktivitas pertanian yang telah berkembang maupun yang berpotensi untuk dikembangkan.
Melalui diskusi bersama masyarakat, tim peneliti juga berupaya mengidentifikasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya lingkungan. Informasi mengenai kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan model inovasi agar dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi sosial masyarakat setempat.
Penelitian “FROM WASTE TO HARVEST” mengusung konsep pertanian sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali sumber daya dan limbah organik dalam mendukung kegiatan pertanian. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan alternatif dalam mengurangi limbah sekaligus menghasilkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya dan ketahanan pangan masyarakat.
Kelurahan Alalak Tengah sebagai salah satu kawasan bantaran sungai di Kota Banjarmasin memiliki karakteristik lingkungan dan sosial yang khas. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan model pertanian yang adaptif terhadap kondisi lokal. Oleh karena itu, analisis kondisi awal melalui FGD diperlukan untuk memperoleh dasar informasi yang kuat sebelum memasuki tahapan pengembangan dan penerapan model.
Pelaksanaan FGD dilakukan dengan mengedepankan partisipasi masyarakat. Masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, permasalahan, potensi, serta harapan terkait pengelolaan lingkungan dan pengembangan kegiatan pertanian. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya model yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Hasil FGD selanjutnya menjadi bahan bagi tim peneliti dalam melakukan analisis lebih lanjut mengenai potensi wilayah, pengelolaan limbah organik, kebutuhan teknologi, serta peluang pengembangan sistem pertanian sirkular. Data dan informasi yang diperoleh pada tahap awal juga akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang dapat diterapkan pada tahapan penelitian berikutnya.
Kolaborasi antara dosen Pendidikan Geografi, Pendidikan Biologi, dan Pertanian memberikan perspektif yang saling melengkapi. Pendidikan Geografi berperan dalam mengkaji karakteristik wilayah serta hubungan antara masyarakat dan lingkungan, Pendidikan Biologi mendukung pemahaman mengenai aspek ekologis dan pemanfaatan sumber daya hayati, sedangkan bidang Pertanian memberikan dasar dalam pengembangan sistem budidaya dan pemanfaatan hasil pengolahan limbah untuk kegiatan pertanian.
Melalui pendekatan lintas disiplin tersebut, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan solusi terhadap persoalan limbah, tetapi juga membangun sistem yang dapat mendukung produktivitas masyarakat secara berkelanjutan. Pengelolaan limbah dan kegiatan pertanian diharapkan dapat diintegrasikan dalam suatu siklus pemanfaatan sumber daya yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi.
FGD 1 di Kelurahan Alalak Tengah sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi dan kerja sama antara tim peneliti dengan masyarakat. Keterlibatan masyarakat sejak tahap identifikasi kondisi awal diharapkan dapat meningkatkan kesesuaian program dengan kebutuhan lokal serta mendukung keberlanjutan penerapan model yang dikembangkan.
Penelitian “FROM WASTE TO HARVEST” diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan inovasi pertanian sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat di kawasan bantaran sungai Kota Banjarmasin. Selain mendukung pengelolaan lingkungan, penelitian ini diarahkan untuk memperkuat potensi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Melalui Program BESTARI, tim peneliti terus mendorong pelaksanaan riset yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan FGD 1 di Kelurahan Alalak Tengah menjadi salah satu tahapan penting dalam mewujudkan model inovasi yang berbasis pada kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, dan prinsip keberlanjutan.