Wonosobo–Yogyakarta, 6–14 Juni 2026 — Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) I dengan tema “Pengenalan Bentang Lahan” pada tanggal 6–14 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah lokasi di wilayah Wonosobo dan Yogyakarta sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan mahasiswa Pendidikan Geografi.

KKL 1 merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengenali karakteristik bentang lahan dan proses pembentukannya. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari dalam perkuliahan melalui pengamatan kondisi geografis secara langsung di lapangan.

Wilayah Wonosobo dan Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki keragaman karakteristik bentang lahan yang dapat menjadi objek pembelajaran geografi. Kondisi wilayah tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati berbagai bentuk permukaan bumi serta mengidentifikasi keterkaitan antara proses geomorfologi dengan karakteristik lingkungan di sekitarnya.

Selama pelaksanaan KKL, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi bentang lahan pada lokasi-lokasi yang dikunjungi. Proses pembelajaran dilakukan melalui observasi, pencatatan kondisi lapangan, dokumentasi, diskusi, serta identifikasi berbagai karakteristik fisik wilayah.

Kegiatan lapangan tersebut mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam mengamati fenomena geografis secara sistematis. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengenali bentuk bentang lahan, tetapi juga memahami proses yang memengaruhi pembentukan dan perkembangan suatu wilayah.

Pembelajaran melalui KKL juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menghubungkan teori dengan kondisi nyata. Konsep-konsep mengenai bentang lahan, proses geomorfologi, kondisi geologi, topografi, dan karakteristik lingkungan dapat dipahami secara lebih kontekstual ketika mahasiswa berhadapan langsung dengan objek yang dipelajari.

Selain aspek akademik, pelaksanaan KKL 1 juga menjadi sarana pengembangan keterampilan mahasiswa dalam bekerja sama, berkomunikasi, melakukan pengamatan lapangan, serta menyusun hasil temuan berdasarkan data dan kondisi yang dijumpai. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik dan akademisi di bidang geografi.

Kegiatan KKL 1 Pengenalan Bentang Lahan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal karakteristik wilayah di luar Kalimantan Selatan. Perbedaan kondisi geografis antara wilayah asal mahasiswa dengan lokasi pengamatan menjadi bahan pembelajaran untuk memahami keragaman bentang alam dan karakteristik wilayah di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analisis geografis serta memahami bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik fisik yang terbentuk melalui proses alam yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Pemahaman tersebut menjadi dasar penting dalam mempelajari berbagai fenomena geografi dan hubungan antara proses fisik dengan kehidupan manusia.

Pelaksanaan KKL 1 Pengenalan Bentang Lahan pada 6–14 Juni 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis lapangan yang diterapkan oleh Jurusan Pendidikan Geografi FKIP ULM. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam melakukan observasi, identifikasi, dan analisis fenomena geografis secara langsung.

Dengan adanya KKL 1, pembelajaran geografi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai keragaman bentang lahan Indonesia serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan geografis pada kegiatan akademik maupun profesional di masa mendatang.