Wonosobo–Yogyakarta, 6–14 Juni 2026 — Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III di wilayah Wonosobo dan Yogyakarta pada tanggal 6–14 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami, mengamati, dan menganalisis berbagai fenomena geografi secara langsung.
KKL III dilaksanakan dengan mengambil lokasi pengamatan di Kawasan Dieng, Wonosobo, serta Pantai Parangkusumo dan Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Pemilihan lokasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari keterkaitan antara karakteristik fisik wilayah dengan kondisi sosial masyarakat serta aktivitas ekonomi, khususnya dalam konteks perkembangan pariwisata.
Salah satu fokus kegiatan adalah mengidentifikasi karakteristik fisik dan sosial wilayah di Kawasan Dieng Wonosobo serta kawasan Pantai Parangkusumo dan Pantai Parangtritis Yogyakarta. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa mempelajari berbagai karakteristik wilayah, termasuk kondisi bentang alam, lingkungan, aktivitas masyarakat, serta pemanfaatan ruang yang berkembang di masing-masing lokasi.
Di Kawasan Dieng, mahasiswa juga diarahkan untuk menganalisis perkembangan pariwisata dan dampaknya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Perkembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fenomena penting yang dapat dikaji secara geografis karena berkaitan dengan perubahan pemanfaatan ruang, aktivitas ekonomi, interaksi masyarakat, serta perkembangan wilayah.
Selain mengkaji perkembangan pariwisata, mahasiswa melakukan kajian terhadap persebaran objek wisata, ketersediaan fasilitas wisata, dan daya layan fasilitas wisata di Kawasan Dieng. Kajian tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara persebaran objek wisata dengan fasilitas pendukung yang tersedia serta kemampuan fasilitas dalam menunjang aktivitas wisatawan.
Dalam pelaksanaan KKL III, mahasiswa juga menerapkan berbagai metode pengumpulan data sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penelitian geografi. Data primer diperoleh melalui observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Penerapan metode tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memperoleh data secara langsung dari lapangan dan mengolahnya sebagai bahan analisis geografis.
Kegiatan pengumpulan data lapangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan keterampilan penelitian mahasiswa. Melalui proses tersebut, mahasiswa belajar menentukan objek pengamatan, melakukan pengukuran, menggali informasi melalui wawancara, mendokumentasikan fenomena, serta menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep dan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan.
KKL III juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara aspek fisik dan aspek sosial dalam kajian geografi secara terpadu. Fenomena geografis tidak hanya dipahami berdasarkan kondisi alam, tetapi juga melalui interaksi manusia dengan lingkungan dan berbagai aktivitas yang berkembang di suatu wilayah.
Kegiatan lapangan di Kawasan Dieng, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Parangtritis memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana karakteristik fisik suatu wilayah dapat berkaitan dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir keruangan dan kewilayahan mahasiswa Pendidikan Geografi.
Selain meningkatkan kemampuan akademik dan penelitian, KKL III juga menjadi sarana untuk menguatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik geografi. Pengalaman belajar secara langsung di lapangan memberikan contoh penerapan pembelajaran berbasis pengalaman atau field-based learning, yang dapat dikembangkan mahasiswa ketika nantinya melaksanakan pembelajaran geografi di sekolah.
Melalui field-based learning, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa pembelajaran geografi dapat dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Fenomena yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan untuk membangun pemahaman peserta didik terhadap konsep geografi secara lebih kontekstual dan bermakna.
Pelaksanaan KKL III juga mendorong mahasiswa untuk bekerja secara sistematis dan kolaboratif dalam melakukan kegiatan lapangan. Mahasiswa dituntut untuk mampu membagi tugas, melakukan pengumpulan data, berdiskusi, serta menyusun hasil pengamatan berdasarkan temuan yang diperoleh selama kegiatan.
Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan III pada 6–14 Juni 2026 di Wonosobo dan Yogyakarta diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik yang komprehensif bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP ULM. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai karakteristik wilayah dan perkembangan pariwisata, tetapi juga mengembangkan keterampilan penelitian serta kemampuan menganalisis hubungan antara aspek fisik dan sosial secara terpadu.
KKL III menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memperkuat hubungan antara teori dan praktik dalam pendidikan geografi. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik, penelitian, dan pedagogik sebagai calon pendidik geografi yang mampu menerapkan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman lapangan.