Banjarmasin, 16 September 2026 — Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dikembangkan melalui program BESTARI Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Salah satu bentuk kDari Limbah Menjadi Manfaat, BESTARI ULM Dampingi Warga Alalak Tengah Olah Sampah Organik Menjadi Kompos dan Pupuk Cair

egiatan tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) 1 Pendampingan dalam Pengolahan Sampah Limbah Organik menjadi Kompos dan Pupuk Cair yang dilaksanakan di Kelurahan Alalak Tengah, Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk “FROM WASTE TO HARVEST: Model Inovasi Pertanian Sirkular Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Bantaran Sungai Kota Banjarmasin.” Penelitian tersebut melibatkan tim dosen lintas bidang dari Jurusan Pendidikan Geografi, Pendidikan Biologi, dan Pertanian, dengan Prof. Dr. Karunia Puji Hastuti, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim peneliti.

Bimtek menghadirkan Indriani, S.P., M.P. sebagai narasumber yang memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memahami sekaligus menerapkan pengolahan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Materi kegiatan diarahkan pada pemanfaatan limbah organik agar tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang mendukung kegiatan pertanian.

Pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan konsep pertanian sirkular. Melalui pendekatan ini, limbah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat dapat dikembalikan ke dalam siklus produksi dan dimanfaatkan sebagai input bagi kegiatan budidaya tanaman.

Konsep tersebut sejalan dengan gagasan utama penelitian FROM WASTE TO HARVEST, yaitu membangun model inovasi yang menghubungkan pengelolaan sampah, pemanfaatan sumber daya lokal, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan diarahkan untuk memiliki manfaat baru melalui proses pengolahan yang dapat diterapkan oleh masyarakat.

Dalam konteks kawasan bantaran sungai Kota Banjarmasin, pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas lingkungan permukiman. Pendampingan yang dilakukan melalui kegiatan Bimtek diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengolah limbah organik secara lebih produktif.

Kompos dan pupuk cair yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan kegiatan pertanian berbasis masyarakat. Hasil pengolahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kebutuhan tanaman sehingga tercipta hubungan antara pengelolaan limbah dan aktivitas budidaya.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada upaya mengurangi dan membuang limbah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebuah siklus pemanfaatan sumber daya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penghasil sampah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan dan pemanfaatannya.

Keterlibatan dosen dari bidang Pendidikan Geografi, Pendidikan Biologi, dan Pertanian menjadi bagian penting dalam pengembangan program BESTARI. Kolaborasi lintas bidang tersebut memungkinkan pengembangan kegiatan yang tidak hanya memperhatikan aspek lingkungan, tetapi juga aspek sosial, edukasi, serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Melalui kegiatan Bimtek ini, program BESTARI ULM berupaya mendorong terbentuknya praktik pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat masyarakat. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kemampuan masyarakat agar dapat menerapkan pengolahan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan di Kelurahan Alalak Tengah menjadi salah satu langkah dalam mewujudkan model pertanian sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan pupuk cair, konsep from waste to harvest diharapkan dapat berkembang menjadi praktik nyata yang menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat bantaran sungai Kota Banjarmasin.

Program BESTARI ULM selanjutnya diharapkan dapat terus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan model pertanian sirkular. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, limbah yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan lingkungan dapat diarahkan menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan, pertanian, dan kehidupan masyarakat.