Banjarmasin, 15 September 2026 — Pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu memilah sampah sejak dari sumbernya. Upaya inilah yang menjadi fokus kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) 1 “Kesadaran Memilah Sampah” yang dilaksanakan oleh Program BESTARI di Kelurahan Alalak Tengah, Kota Banjarmasin, pada Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “FROM WASTE TO HARVEST: Model Inovasi Pertanian Sirkular Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Bantaran Sungai Kota Banjarmasin.” Bimtek menghadirkan Indriani, S.P., M.P. sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dan pengelolaan limbah secara tepat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari memiliki karakteristik dan potensi pemanfaatan yang berbeda. Sampah organik, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan tertentu, dapat diolah lebih lanjut menjadi produk yang bermanfaat. Sementara itu, sampah anorganik perlu dipisahkan agar dapat dikelola sesuai dengan jenis dan karakteristik bahannya.
Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kebiasaan ini dapat mempermudah proses pengolahan, mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, serta membuka peluang pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna.
Dalam konteks kehidupan masyarakat di bantaran sungai, pengelolaan sampah memiliki arti penting bagi kebersihan permukiman dan kelestarian lingkungan perairan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kualitas kawasan tempat tinggal. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah.
Kegiatan Bimtek ini juga berkaitan erat dengan konsep pertanian sirkular yang diusung dalam penelitian FROM WASTE TO HARVEST. Konsep tersebut mendorong pemanfaatan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah agar dapat digunakan dalam proses produksi berikutnya. Dalam penerapannya, sampah organik yang telah dipilah berpotensi diolah menjadi kompos atau pupuk cair untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.
Dengan demikian, sampah tidak hanya dipandang sebagai permasalahan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara tepat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah organik, dan pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan masyarakat.
Melalui pendampingan dan edukasi yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan perilaku tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem pengelolaan limbah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Bimtek 1 di Kelurahan Alalak Tengah menjadi bagian dari komitmen Program BESTARI dalam mengembangkan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian FROM WASTE TO HARVEST tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Melalui kegiatan “Kesadaran Memilah Sampah”, Program BESTARI berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di tingkat rumah tangga. Kebiasaan memilah sampah diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih produktif, lingkungan bantaran sungai yang lebih bersih, serta penerapan pertanian sirkular yang berkelanjutan di Kota Banjarmasin.